Pengalaman Terbang Paling Lucu

Sebenarnya saat itu saya sudah membeli sejak jauh-jauh hari tiket pesawat promo dari sebuah maskapai untuk terbang ke Medan. Tetapi karena ternyata terlalu malam untuk tiba di Medan tepat waktu, maka sehari sebelum berangkat, saya membeli lagi sebuah tiket pesawat Citilink, yang harganya nggak beda jauh dengan tiket maskapai tersebut yang terpaksa hangus tak terpakai.

Dengan jadwal terbang sekitar jam 16.00, saya masih sempat ke kantor terlebih dahulu, membereskan beberapa urusan sebelum akhirnya ke Medan selama 3 hari. Di luar dugaan, perjalanan dengan bus Damri dari terminal Blok M menuju bandara sangat lancar, sehingga masih ada waktu beberapa puluh menit untuk duduk-duduk minum sebelum terbang.

Karena takut kelaparan, saya yang sedang hamil 3 bulan saat itu, membeli sebuah cheese burger dan memasukkannya ke dalam tas. Seperti biasa, ransel saya ukurannya kecil dan tak perlu dimasukkan ke dalam bagasi.

Meski tidak seperti maskapai murah lainnya yang sering delay, Citilink yang saya tumpangi molor juga sekitar 15 menitan. Masih bisa diampunilah.

Di dalam pesawat, beberapa kursi saya lihat kosong. Mungkin karena memang bukan akhir pekan, maka pesawat agak longgar dan tak banyak yang bepergian saat itu. Di seberang saya, duduklah dua orang ibu, satu dengan topi hijau di kepala, dan satu lagi memakai jas kotak-kotak yang terlihat lebih rapi.

Saat pesawat baru mulai terbang, si ibu dengan topi hijau sudah ribut meminta ibu dengan jas kotak-kotak untuk pindah ke kursi di deretan depannya, karena ketiga tempat duduk di baris depannya memang kosong. Namanya juga masih memakai seat belt, si ibu dengan jas kotak-kotak tentu saja menolak.

Beberapa gumaman keluar dari si ibu dengan topi hijau, entah apa yang dikeluhkannya, saya sendiri tak mendengar dengan jelas. Dan ketika lampu tanda memakai sabuk pengaman dipadamkan, si ibu dengan jas kotak-kotak segera pindah ke tempat duduk di deretan depan.

Tahu nggak apa yang terjadi kemudian?

Ibu dengan topi hijau itu kemudian tidur! Ya, tidur! Bukan hanya menutup kedua matanya dalam posisi duduk, seperti yang semua orang lakukan ketika tidur di atas pesawat terbang. Tetapi merebahkan badannya dengan posisi kaki lurus seperti ketika berada di atas kasur!

Saya sebenarnya antara geli dan agak-agak kaget juga sih. Kok ya bisa-bisanya tanpa merasa malu, tidur dengan posisi telentang seperti itu. Apa ya nggak bisa sedikit menahan diri ya, selama 2 jam tidur dalam posisi duduk? Tangan saya pun gatal untuk tidak mengabadikan gambarnya. Krek, krek, saya mengambil gambar dua kali. Cukup membuat ibu dengan topi hijau itu kaget dan secara reflek menutupi wajahnya dengan topi. Padahal saya sudah mematikan lampu blitz kamera, mencegah dia terbangun tiba-tiba.

Tak berapa lama, kondisi cuaca di luar nggak bagus. Ada pengumuman agar penumpang segera mengenakan sabuk pengaman lagi. Hahahaha, si ibu dengan topi hijau segera dibangunkan oleh pramugari karena beliau tidak mau bangun meski sudah ada peringatan -entah pulas atau pura-pura nggak dengar pengumuman. Kembali dia menggunakan sabuk pengaman sambil menggerutu.

Dan sisa perjalanan, dihabiskan dengan memakai sabuk pengaman. Kasihan, deh. :)